First Climb "Andhong 1726 Mdpl"
Setelah sekian lama fikiranku berseteru apakah aku harus menulis atau tidak akhirnya pada malam ini aku putuskan untuk menulis, meskipun mohon maaf jika nanti-nanti tulisanku masih acakadut.
Yeah aku akan memulainya, sesuai judul "first climb"-ku yang sepertinya agak sedikit alay jika di ceritakan, but nevermind.
Pertama kali dalam sejarah hidup aku mendaki gunung lewati lembah sungai mengalir indah ke samudera, refleks nyanyi kan ? Wkwk okeoke sorry.
Rabu, 07 November 2018
Pendakian yang tak berencana yang kami (aku dan ke-4 temanku) lakukan ini memang sungguh mendadak, bahkan kami tak membawa apa yang selayaknya pendaki bawa. Namun berlebihan juga sih kalo misal kami bawa apa-apa orang gunungnya ga tinggi-tinggi amat kok, cuma 1726 Mdpl.
Berangkat jam 10 malam dari kos motor kami meluncur ke arah Magelang, di perjalanan gerimis membungkus jalanan, kami sedikit resah apabila nanti ketika naik gunung hujan turun. Pukul lewat 12 kami sampai di Magelang, sesampainya di Magelang kami bertamu di tempat sahabat kami di Universitas Tidar yang dijamu hangat oleh tuan rumah. Setelah beberapa jam berbincang-bincang kami melanjutkan perjalanan ke arah Gunung Andong. Di perjalanan nampaknya kecemasan kami tidak terjadi, cuaca cerah dan tidak ads tanda-tanda akan turun hujan.
Pukul 3 dini hari kami sampai di tempat pembelian karcis, setelah bayar untuk berlima kami memulai perjalanan menuju gapura pendakian, sampai di gapura pendakian kami berdoa bersama-sama untuk keselamatan kami. Pendakian pun dimulai. Langkah demi langkah kami berjalan dengan semangat, saat lelah kami berhenti sejenak, namun tak ada kata menyerah pendakian harus tetap kami jalankan demi melihat sunrise di atas puncak gunung. Setengah perjalanan kami benar-benar mengeluarkan banyak peluh, dalam hati "yaAllah ini cuma 1726 Mdpl, gimana yang 3000 lebih?". Allah memang sang Khaliq yang maha Khaliq.
Semangat terus membawa kami untuk naik naik dan naik, setelah melewati beberapa pos akhirnya saat kami tunggu-tunggu datang juga, kami sampai di puncak rasa lelah terbayarkan seketika. Subhanallah pemandangan indah sekali, tak henti-hentinya aku memandangi pemandangan yang begitu indah. Setelah menikmati pemandangan dan melakukan ritual ala millennial (take a picture) kami istirahat sejenak di warung yang berada di atas puncak, dengan memesan teh hangat dan beberapa cemilan. Pukul 7 pagi kami turun bersama-sama dengan pendaki lain, beda dengan ketika naik, turun memang lebih cepat dan mudah kami menikmatinya dan sampai di gapura pendakian lagi.
Ada satu hal yang ingin aku katakan "yaAllahhhh jadi pen mendaki lagiii, emang bikin ketagihan beneraaan Subhanallah."
Yeah aku akan memulainya, sesuai judul "first climb"-ku yang sepertinya agak sedikit alay jika di ceritakan, but nevermind.
Pertama kali dalam sejarah hidup aku mendaki gunung lewati lembah sungai mengalir indah ke samudera, refleks nyanyi kan ? Wkwk okeoke sorry.
Rabu, 07 November 2018
Pendakian yang tak berencana yang kami (aku dan ke-4 temanku) lakukan ini memang sungguh mendadak, bahkan kami tak membawa apa yang selayaknya pendaki bawa. Namun berlebihan juga sih kalo misal kami bawa apa-apa orang gunungnya ga tinggi-tinggi amat kok, cuma 1726 Mdpl.
Berangkat jam 10 malam dari kos motor kami meluncur ke arah Magelang, di perjalanan gerimis membungkus jalanan, kami sedikit resah apabila nanti ketika naik gunung hujan turun. Pukul lewat 12 kami sampai di Magelang, sesampainya di Magelang kami bertamu di tempat sahabat kami di Universitas Tidar yang dijamu hangat oleh tuan rumah. Setelah beberapa jam berbincang-bincang kami melanjutkan perjalanan ke arah Gunung Andong. Di perjalanan nampaknya kecemasan kami tidak terjadi, cuaca cerah dan tidak ads tanda-tanda akan turun hujan.
Pukul 3 dini hari kami sampai di tempat pembelian karcis, setelah bayar untuk berlima kami memulai perjalanan menuju gapura pendakian, sampai di gapura pendakian kami berdoa bersama-sama untuk keselamatan kami. Pendakian pun dimulai. Langkah demi langkah kami berjalan dengan semangat, saat lelah kami berhenti sejenak, namun tak ada kata menyerah pendakian harus tetap kami jalankan demi melihat sunrise di atas puncak gunung. Setengah perjalanan kami benar-benar mengeluarkan banyak peluh, dalam hati "yaAllah ini cuma 1726 Mdpl, gimana yang 3000 lebih?". Allah memang sang Khaliq yang maha Khaliq.
Semangat terus membawa kami untuk naik naik dan naik, setelah melewati beberapa pos akhirnya saat kami tunggu-tunggu datang juga, kami sampai di puncak rasa lelah terbayarkan seketika. Subhanallah pemandangan indah sekali, tak henti-hentinya aku memandangi pemandangan yang begitu indah. Setelah menikmati pemandangan dan melakukan ritual ala millennial (take a picture) kami istirahat sejenak di warung yang berada di atas puncak, dengan memesan teh hangat dan beberapa cemilan. Pukul 7 pagi kami turun bersama-sama dengan pendaki lain, beda dengan ketika naik, turun memang lebih cepat dan mudah kami menikmatinya dan sampai di gapura pendakian lagi.
Ada satu hal yang ingin aku katakan "yaAllahhhh jadi pen mendaki lagiii, emang bikin ketagihan beneraaan Subhanallah."

Komentar
Posting Komentar